membangun rumah tumbuh 1 lantai bisa jadi 2 lantai

contoh rumah tumbuh

Kebanyakan rumah yang dibangun adalah rumah dengan luasan standar, yaitu rumah tipe 2 kamar. karena memang harga yang terjangkau.  Dibalik itu semua seiring berjalan waktu, si pemilik rumah juga akan bertambah anggota keluarga.  Anggota keluarga yang awalnya hanya 3 menjadi 5 anggota.  Disini kita harus berpikir bagaimana menampung seluruh anggota keluarga dengan menambah kamar dan kamar mandi.  Solusi paling ideal adalah memang merenovasi rumah tinggal yang ada menjadi rumah 2 lantai, dengan menambah jumlah kamar di lantai atas.

Beberapa rumah yang telah kita renovasi menjadi 2 lantai dengan bangunan existing 2 kamar, dengan kebutuhan yang sudah kami sesuaikan dengan desain dan persiapan biaya nya. Rumah tumbuh ternyata tidak sama dengan contoh desain rumah minimalis seperti persepsi kebanyakan orang.  Apa sebenarnya rumah tumbuh itu?  

Desain rumah tumbuh muncul ke permukaan karena adanya kebutuhan untuk membangun rumah yang nyaman dengan dana dan lahan yang terbatas.  Rumah tumbuh adalah tempat tinggal yang dirancang untuk pembangunan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan sang pemilik.

• Rumah Tumbuh Vertikal

Rumah tumbuh vertikal adalah tempat tinggal yang bertingkat atau tumbuh ke atas.  Membangun seperti ini memerlukan fondasi yang sangat kuat, jika ada kebutuhan untuk menambah luas bangunan tidak perlu lagi membongkar dari awal.  Desain rumah tumbuh seperti ini lebih sesuai diaplikasikan pada tanah yang kurang begitu luas dan sebaiknya memakai jasa arsitek agar menghemat biaya ke depannya.

• Rumah Tumbuh Horizontal

Desain rumah tumbuh horizontal membangun ke samping, bukan ke atas.  Otomatis jenis rumah tumbuh ini memerlukan lahan yang lebih besar, minimal dua kali luas bangunan pertama.  Kelebihannya adalah tidak perlu fondasi sekokoh rumah tumbuh vertikal.

Desain boleh dibuat namun kita tidak harus membangun semuanya, prioritaskan ruangan mana saja yang harus ada terlebih dahulu sesuai dengan dana yang tersedia.  Jika lahan yang tersedia kurang luas, sebaiknya membangun rumah tumbuh vertikal. Desain rumah akan lebih ideal jika ada cukup ruang bagi arsitek untuk menyesuaikan luas bangunan dengan ruang-ruang yang diinginkan.  Perhatikan infrastruktur rumah seperti sambungan listrik, pipa air, dan saluran pembuangan akhir. Bagian-bagian yang tidak kelihatan ini akan lebih mudah disambungkan pada saat pembangunan tambahan dilaksanakan.

Hindari memakai model keramik yang hanya diproduksi dalam jumlah terbatas atau mengikuti tren, karena pada saatnya membangun kembali, mungkin saja model tersebut sudah tidak ada di pasaran. Pilihlah model dan warna abadi seperti coklat tua; krem dengan corak umum.  

Selain jasa pembuatan desain rumah yang baik, pembangunan rumah tumbuh akan lebih bagus menggunakan jasa kontraktor yang terpercaya.  Pembangunan rumah akan menjadi lebih baik, apalagi jika kita menggunakan jasa profesional yang sama saat membangun tahap lanjutan.