Pentingnya Menjaga Kualitas Benih

 

Perlindungan benihKualitas benih menentukan kualitas tanaman yang dihasilkannya. Pemilihan benih yang baik akan mencegah petani dari kerugian akibat kegagalan tumbuh tanaman.

Benih yang berkualitas baik akan menghasilkan tanaman dengan kualitas yang baik pula seperti tahan terhadap serangan hama dan lingkungan yang tidak mendukung. Namun, masih banyak yang belum memahami pentingnya dan bagaimana cara menghasilkan benih yang berkualitas dengan melakukan perlindungan benih.

Manfaat perlindungan benih

Benih dapat dijaga kualitasnya dengan melakukan perlindungan benih (seed protection). Manfaat dari melakukan perlindungan benih yaitu untuk melindungi benih dari kerusakan akibat berbagai faktor seperti adanya kerusakan mekanis selama proses pengendalian.

Manfaat selanjutnya yaitu, benih yang terlindungi dengan baik akan menjadi lebih tahan dari faktor lingkungan yang merugikan karena karakteristik benihnya yang sehat sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Perlindungan benih juga akan membantu mengembangkan proses pertumbuhan benih pada minggu-minggu pertama setelah proses penyemaian benih dan juga memberikan waktu tumbuh yang tepat.

Cara melakukan perlindungan benih

Perlindungan benih merupakan sebuah cara yang dilakukan oleh petani untuk melindungi benih dari kerusakan dan mempertahankan kualitas aslinya.

Perlindungan benih menggunakan bantuan teknologi dan juga bahan-bahan tertentu untuk melindungi benih. Cara tersebut dapat menghasilkan benih yang berubah warna menjadi merah muda, hijau atau biru terang, atau bahkan ungu. Pewarna tersebut membantu pembeli untuk mengetahui jenis perlakuan yang diberikan terhadap benih.

Penggunaan pewarna bertujuan untuk mengetahui apakah benih mengandung pestisida atau tidak untuk memastikan keamanannya.

Namun, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh petani agar tercapai hasil yang maksimal seperti jenis tanah, kelembaban tanah, drainase, irigasi, tanggal penanaman, laju penyemaian, tekanan gulma, jenis pengolahan lahan, genetik, dan riwayat hama/penyakit.

Musim atau waktu termasuk hal yang perlu dipertimbangkan karena ada penelitian yang membuktikan bahwa penanaman benih pada waktu awal musim semi dapat meningkatkan hasil pertanian. Namun, waktu tanam yang terlalu cepat juga menimbulkan risiko adanya kerusakan atau serangan dari hama serangga.

Perlindungan benih terbukti cukup signifikan dalam mengurangi risiko penanaman pada awal musim. Dengan melakukan pelapisan benih dengan insektisida akan melindungi benih dari adanya hama ulat atau kutu dan petani dapat mengurangi risiko kehilangan hasil panen akibat kerusakan oleh hama.

Perlakuan secara kimiawi dan biologis pada benih akan melindungi tanaman dari penyakit seperti Pythium atau Rhizoctonia. Saat ada keserasian antara kombinasi varietas yang tepat dan manajemen pertanian yang tepat, maka perlakuan benih menjadi kunci dari strategi manajemen pertanian yang terintegrasi.

Pengendalian terhadap hama serangga seperti ulat juga membantu dalam mengurangi dampak dari hama terhadap kerusakan benih. Perlindungan benih terhadap hama menjadi metode perlindungan yang kritis khususnya pada penanaman di awal musim baru.

Seed coating

Seed coating atau pelapisan benih adalah salah satu metode perlindungan benih yang paling sering digunakan. Metode ini melindungi benih dengan cara melapisinya dengan cairan kental yang mengandung nutrisi, pemacu pertumbuhan, inokulum rhizobium, dan nutrisi lainnya. Cairan kimia seperti pestisida mungkin ditambahkan dengan menggunakan agen adesif yang menyebabkan peningkatan perkecambahan benih.

Inovasi perlindungan benih

Perlindungan benih telah dilakukan oleh hampir seluruh industri pengolahan tanaman atau komoditas pangan. Menurut American Seed Trade Association untuk mempertahankan kualitas benih, maka industri harus melakukan beberapa hal.

Pertama, pengembangan pengendalian dan manajemen kualitas untuk para supplier benih harus dilakukan. Kedua, perlu adanya edukasi dan inisiatif dari para anggota dan petani yang terlibat. Ketiga, perlu adanya penyampaian informasi kepada para petani menggunakan media sosial dan kampanye selama musim penanaman dan pemanenan untuk mempertahankan kualitas benih.