Peran Serta Ferina Hospital Dalam Program Bayi Tabung

Mempunyai seorang anak merupakan dambaan bagi setiap pasangan suami istri. Ada banyak sekali pasangan yang melakukan berbagai macam metode maupun program kehamilan agar bisa segera hamil dan memiliki anak. Namun, tidak semua program kehamilan membuahkan hasil yang manis. Ada banyak metode kehamilan yang berujung gagal karena salah satu pasangan mengalami masalah fertilitas sehingga sulit hamil. Namun, seiring berkembangnya teknologi, maka hadirlah metode bayi tabung atau pembuahan buatan yang menjadi salah satu jalan yang bisa dilakukan oleh pasangan yang mengalami masalah fertilitas. Bayi tabung sendiri adalah sebuah program kehamilan dengan cara pembuahan sel telur oleh sel sperma yang dilakukan di luar rahim wanita, lebih tepatnya pembuahan tersebut dilakukan di dalam tabung pembuahan di sebuah laboratorium. Jika sel telur telah berhasil dibuahi dan berhasil menciptakan embrio, maka embrio tersebut pun akan dipindahkan kembali ke dalam rahim.

Dalam istilah medis, proses bayi tabung tersebut juga dinamakan dengan in vitro fertilization (IVF). Meskipun masih ada banyak solusi kehamilan lainnya, dan bayi tabung juga bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh pasangan yang tengah mengalami masalah infertilitas maupun masalah genetik. Beberapa pasangan, ada juga yang memilih menggunakan obat kesuburan agar dapat meningkatkan produksi telur. Tapi, bagi sebagian perempuan yang usianya sudah di atas 40 tahun, metode tersebut sangat disarankan. Selan itu, terdapat beberapa faktor yang dapat menentukan keberhasilan dari suatu prosedur bayi tabung. Dan salah satu faktor utamanya ialah usia dari pihak wanita. Usia maksimal dari wanita agar tingkat keberhasilan bayi tabung tinggi ialah berada di sekitar 23-39 tahun, dan dengan persentase tertingginya ialah di bawah usia 35 tahun. Tapi, tentu saja tingkat keberhasilan kehamilan bayi tabung tidak hanya tergantung pada faktor usia saja, namun juga tergantung pada sejumlah faktor seperti sejarah reproduksi, penyebab infertilitas, serta faktor gaya hidup. Kemudian agar bisa mengetahui hasilnya, akan lebih baik jika dilakukan setelah pemindahan embrio ke rahim, karena Anda harus menunggu waktu selama kurang lebih dua minggu agar bisa melihat apakah Anda berhasil hamil atau tidak. Pada masa menunggu, akan lebih baik jika Anda melakukan aktivitas seperti biasa dan jangan memikirkan hal-hal yang menyebabkan stress.

Selain beberapa faktor yang menyebabkan keberhasilan bayi tabung yang telah dibahas diatas. Sebenarnya, faktor penentu lainnya ialah rumah sakit tempat Anda melakukan program bayi tabung. Banyak rumah sakit yang saat ini menyediakan pelayanan program bayi tabung dengan berbagai variasi harga, Lalu, bagaimana cara Anda memilih rumah sakit yang tepat? Hal pertama yang perlu Anda lakukan ialah dengan melihat reputasi dari rumah sakit tersebut dalam bidang bayi tabung. Dan salah satu rumah sakit atau klinik yang telah banyak mendapat penghargaan karena keberhasilannya dalam program bayi tabung ialah Ferina Hospital yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. RSIA Ferina sendiri namanya sudah banyak dikenal dalam dunia fertilitas. Selain itu, dokter yang menangani bayi tabung di RSIA Ferina, yaitu dr. Aucky Hinting juga merupakan dokter kenamaan yang telah berkarir dalam bidang fertilitas untuk waktu yang sangat lama. Terutama ketika dr. Aucky Hinting menangani program bayi tabung artis kenamaan tanah air, yaitu Inul Daratista, membuat namanya dan nama RSIA Ferina semakin melambung tinggi di antara banyak RS yang lainnya.

Terutama saat RSIA Ferina telah berhasil melakukan IVF di RSIA Ferina yang telah mencapai tingkatan 50%. Dan dalam satu tahun, biasanya mereka mengerjakan kurang lebih 1.000-1.200 pembuahan in vitro atau bayi tabung, dan 50 persen di antaranya berhasil terjadi kehamilan hingga bahkan anaknya telah tumbuh besar dengan sehat. Angka tersebut juga pastinya adalah angka yang lumayan tinggi dibanding RS Bayi tabung yang lainnya. Selain itu, rumah sakit Ferina juga memberikan pelayanan untuk diagnosis infertilitas dengan lengkap yang diawali dengan konsultasi ginekologi lalu andrologi, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan klinis lalu laboratorium, serta untuk pemeriksaan khusus seperti ultrasonografi, sampai laparaskopi. Begitu juga dengan pengobatan yang diberikan ialah mulai dari obat hingga inseminasi.