Tinjauan Ditolaknya Gugatan Banding Ace Hardware oleh Pengadilan Negeri Jakarta  

Ace Hardware mengajukan gugatan banding senilai Rp.1 Triliun terhadap Pengadilan Negeri Jakarta, atas kasus yang dialaminya.

Berita Indonesia terupdate terkait dugaan pencemaran nama baik perusahaan, Ace Hardware mengajukan gugatan kepada Pengadilan Negeri Jakarta. Namun PN tidak mengabulkan permohonan Ace Hardware, sebab dalil yang mereka gunakan tidak cukup untuk menjadi bukti.

Ace Hardware adalah Perusahaan Swasta Ritel Terbesar di Dunia

Berbentuk corporation dan perusahaan swasta, Ace Hardware merupakan perusahaan ritel rumah tangga milik USA. Ace Hardware berasal dari USa, Illionis, dan Oak Brook. Ace Hardware adalah perusahaan perkakas terbesar di dunia. Ace Hardware dari berdiri hingga saat ini adalah berpusat di Illionis, Oak Brook, dan USA atau Amerika Serikat.

CEO Ace Hardware saat ini adalah John Venhuizen. Sementara Ace Hardware lahir di Chicago, Illionis, dan Amerika pada tahun 1924.

Sesuai data, jumlah karyawan Ace Hardware tahun 2019 adalah 7.577 orang. Ace Hardware memiliki anak perusahaan, yaitu; Handyman Matters, Westlake Hardware, Inc, dan Franchine Corp.

Ace Hardware didirikan oleh Frank Burke, E. Gunnard Lindquist, William Stauber, Richard Hesse, dan Oscar Fisher.

Tinjauan Kasus Penolakan Pengadilan Negeri Jakarta Atas Ace Hardware

Diketahui Pengadilan tinggi di Jakarta menolak gugatan banding yang diajukan oleh Ace Hardware. Tinjauan Ditolaknya Gugatan Banding Ace Hardware oleh Pengadilan Negeri Jakarta unu adalah tentang gugatan banding senilai Rp.1 Triliun terhadap Pengadilan Negeri Jakarta, atas kasus yang dialaminya.

Pengajuan gugatan oleh PT Ace Hardware Tbk kepada Pengacara. Pengacara yang dirujuk adalah Wibowo dan Partners. Sementara besarnya nominal gugatan  terkait ganti rugi, adalah senilai RP.1 Triliun.

Ace Hardware merasa citra perusahaan dirusak oleh pengacara terkait. Selanjutnya putusan banding bernomor 648/PDT/2021/PT DKI pada Rabu, 5 Januari 2022 sesuai catatan dari laman resmi SIPP PN Jakarta Pusat. Di mana poin pertama PN Jakarta Pusat, menyatakan telah menerima permohonan banding.

PN telah memutuskan  untuk biaya perkara dalam poin ketiga. Selanjutnya dikenakan dalam tingkat banding adalah senilai Rp.150 ribu. Hakim yang bertugas atas kasus ini ada 3 orang. Yaitu; Istianingsih Rahayu, Indah Sulistyowati, dan Diah Sulastri Dewi. Sementara pengganti pembanding atau panitera adalah Budiarto.

PN Jakarta Pusat menolak gugatan yang dilakukan oleh Ace Hardware pada putusan 22 Juli 2021. Gugatan tercatat dengan nomor 599’Pdt/G/2020/PN Jkt.Pst.

Hakim menyatakan kalau Ace Hardware dinilai tidak mampu membuktikan bukti atau dalil pelanggaran pada tergugat. Hal ini tercatat dalam halaman 132. Karena telah dibuktikan pengadilan bahwa tidak ada pemaksaan terkait penandatanganan perjanjian legal pada 1 Oktober 2015 silam.